Mahasiswa Bebas Narkoba Untuk Mendukung Generasi Rahmatan Lil 'Alamin UNUSA
Pembicara: Sri Artanti Maryani, S.Sos - Analis Penyuluhan dan Layanan Informasi BNNP Jawa Timur
Kita keren tanpa Narkoba
BNNP Jatim menggagalkan peredaran narkoba seperti pabrik sabu di Jawa Tengah.
Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya. Narkoba tidak disimpan terang terangan yang mudah dilihat dan mudah dicaru namun narkoba biasanya disimpan di tempat yang sangat tersembunyi bahkan tempat yang menurut banyak orang tidak memungkinkan seperti di atap bus, lantai bus, bahkan pada jinjingan tas.
Indonesia darurat narkoba:
• Geografis yang terbuka menyebabkan narkoba mudah masuk dan menyebar di seluruh wilayah Indonesia
• Peredaran gelap narkoba bukan hanya menyasar pada orang dewasa dan remaja, melainkan juga anak-anak
• Demografis yang sangat besar (260 juta jiwa) menjadi pasar potensial peredaran gelap narkoba
• Kerugian yang timbul akibat penyalahgunaan narkoba mencapai 84,7 trilyun rupiah (biaya privat dan sosial)
• Sistem penegakan hukum yang belum mampu memberikan efek jera kepada penjahat narkoba
• Sistem penegakan hukum yang belum mampu memberikan efek jera kepada penjahat Narkoba
• Modus operandi dan variasi jenis Narkoba yang terus berkembang
• Narkoba sebagai mesin pembunuh massal (silent killer) yang merusak manusia terutama fungsi kerja otak, fisik, dan emosi
• Lapas bertransformasi menjadi pusat kendali peredaran gelap narkoba
Total Penduduk Indonesia 15-64 tahun 187.513.456 dan prediksi Jumlah Penduduk 15-64 tahun terpapar narkoba. Angka prevalensi setahun terakhir penyalahgunaan narkoba meningkat dari 1,80% pada tahun 2019 menjadi 1,95% di tahun 2021. Secara umum terjadi penurunan angka prevalensi di wilayah pedesaan.
Narkotika terbagi menjadi 3 golongan:
》Golongan 1
Hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan IPTEK & tidak digunakan dalam terapi, berpotensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan (Ganja, Heroin, Kokain, Oplum, Katinon, MDMA/Ecstasy, dll)
》Golongan 2
Digunakan sebagai pilihan terakhir dalam pengobatan & terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan IPTEK serta berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan (Morfin, Petidin, Fentanil, Metadon, dll)
》Golongan 3
Memiliki daya ketergantungan ringan, tetapi bermanfaat dan berkhasiat untuk pengobatan dan penelitian (Kodelna, Buprenorfin, Etilmorfino, Nikokodina, Polkodina, Propiram, dll)
Efek narkotika:
~ Depresan
Jenis obat yang berfungsi mengurangi aktifitas dan membuat pengguna tertidur atau tidak sadarkan diri.
~ Stimulan
Zat yang dapat merangsang fungsi tubuh (memacu susunan syaraf pada otak)
~ Halusinogen
Zat kimia aktif/obat yang menimbulkan efek halusinasi, dapat merubah perasaan dan pikiran
Tahap penggunaan narkotika:
▪︎ Penggunaan coba-coba: ditawari / dipaksa teman
▪︎ Penggunaan sosial / rekreasi: dipakai saat berkumpul bersama teman
▪︎ Penggunaan situasional: pelampiasan depresi, cemas, kecewa
▪︎ Penggunaan intensif: sudah berulang-ulang dan mengganggu kehidupan sosial
Proses seseorang ketergantungan narkoba:
¤ Kompromi
Menentang narkoba tidak tegas mau bergaul dengan pemakai narkoba
¤ Coba-coba
Segan menolak tawaran ikut-ikutan memakai narkoba untuk mencoba
¤ Toleransi
Setelah memakai beberapa kali tubuh menjadi toleran perlu menambah dosis yang lebih besar, agar mendapatkan efek yang dikehendaki
¤ Kebiasaan
Penggunaan narkoba sudah menjadi kebiasaan yang mengikat dan mulai berpengaruh pada kehidupan sosial si pengguna
¤ Ketergantungan
Keterikatan pada narkoba sudah mendalam kalau berhenti atau dosis kurang, timbul gejala putus obat
¤ Intoksifikasi
Keracunan karena penyalahgunaan narkoba mengalami kerusakan pada organ tubuh dan otak
¤ Meninggal dunia
Terjadi kematian karena timbulnya berbagai penyakit atau overdosis
Permasalahan terkini:
1. Mentalitas generasi muda yang melemah akibat tantangan dan beban kehidupan yang kompleks
2. Pengaruh gaya hidup yang menganggap menggunakan narkoba sebagal sesuatu yang modern (ganja, ekstasi dan sabu)
3. Perkembangan narkoba jenis baru yang dikemas dalam berbagai bentuk seperti suplemen, makanan ringan, obat- obatan,dll
4. Kecenderungan perilaku madat di kalangan remaja dengan menggunakan obat-obatan legal yang diracik dengan berbagai macam obat-obatan
Banyak remaja yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba karena ketidakmampuan menghadapi stress. Mereka tidak bisa mengelola emosi dengan baik. Selain itu mereka tidak memiliki kecakapan hidup serta ketahanan diri yang lemah.
Ketahanan diri adalah Kemampuan individu untuk mengendalikan diri, menghindar dari dan menolak segala bentuk penyalahgunaan Narkoba dengan menggunakan dimensi: Assertiveness, Self Regulation, Reaching Out.

Komentar
Posting Komentar