Strategi Menumbuhkan Critical Thinking Ability Untuk Menemukan Solusi Terbaik



Pembicara: Arief Abdurrahman, ST., M.T - Institut Teknolgi Sepuluh November


     Prospektif Lulusan - Kompetensi - Kontribusi

○ Self actualisations

Achieving one's full potential, including creative activity

○ Esteem needs

Prestige and feeling of accomplishment

○ Belongingness and love needs

Intimate relationship, friends

○ Safety needs

Security, safety

○ Physiological needs

Food, water


     Misal:

- Peralatan memasak: Ijazah akademik dan kompetensi

- Masakan: Karya dan kontribusi

- Memasak: Berkarya dan berkontribusi

- Resep: Standar, kode etik, norma


     Ruang lingkup: 17 SDGs

1. Tanpa kemiskinan

2. Tanpa kelaparan

3. Kehidupan sehat dan sejahtera

4. Pendidikan berkualitas

5. Kesetaraan gender

6. Air bersih dan sanitasi layak

7. Energi bersih dan terjangkau

8. Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi

9. Industri inovasi dan infrastruktur

10. Berkurangnya kesenjangan

11. Kota dan permukiman yang berkelanjutan

12. Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab

13. Penanganan perubahan iklim

14. Ekosistem lautan

15. Ekosistem daratan

16. Perdamaian keadilan dan kelembagaan yang tangguh

17. Kemitraan untuk mencapai tujuan


     Ruang Lingkup: Keprihatinan Bangsa

1. Korupsi

2. Narkoba

3. Terorisme dan NKRI

4. Bencana alam

5. Bahasa daerah

6. Konservasi satwa liar


     3 kekerasan di lingkungan pendidikan:

• Bullying

Segala bentuk penindasan atau kekerasan

• Kekerasan seksual

Tindakan pelecehan seksual terhadap seseorang

• Intoleransi

Ketiadaan tenggang rasa


     Advantages of Developing Critical thinking:

¤ Lifestime

¤ Key to carreer success

¤ Improves relationship

¤ Enhaces creativity


     Three Components of Creativity:

◇ Expertise knowledge-technical, procedural and intellectual

◇ Motivation Intrinsic is more effective than extrinsic

◇ Creative thinking skills: How flexibly and imaginatively people approach problems


     Tahapan dalam Berpikir Kritis:

☆ Identifikasi serta kembangkan kemampuan dan potensi diri (nilai agama, adat, pendidikan formal, dll)

☆ Identifikasi, validasi dan evaluasi segala informasi yang diperoleh (5W + 1H)-seleksi fakta dan opini

☆ Bandingkan antara fakta dengan nilai-nilai kebenaran / ideal yang ada

☆ Analisis melalui klasifikasi dan pemetaan masalah

☆ Berikan ide dan solusi original terhadap permalahan yang dianalisis


     Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Indonesia

     Contoh masalah 1:

~ Kota Jakarta yang memiliki udara bersih dan saluran air yang memadai

~ Indeks kualitas udara sebesar 162, Jakarta menjadi kota besar di dunia yang menempati urutan kedua polusi udara terburuk

^ Penyebab: kemarau panjang, kemudian konsentrasi polutan, lalu ada emisi dari transportasi manufaktur industri termasuk dari manufaktur industri

^ 24,5 juta kendaraan bermotor pada tahun 2022

^ Adanya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, Cilegon yang masih menggunakan bahan bakar sebagian besar batubara


     Penggunaan energi fosil

     Contoh masalah 2:

~ 200 Tahun Yang Lalu Kadar CO, di udara = 260 ppm

~ Sekarang Kadar CO, di udara = 370 ppm

     Solusi alternatif:

♧ Optimalisasi Pembangkit listrik dan energi trasportasi menggunakan terbarukan

♧ Peningkatan awareness masyarakat terhadap penggunaan energi terbarukan

♧ Integrasi stakeholder dalam opmalisasi energi terbarukan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sosialisasi Learning Management System dan Sistem Informasi

Pancasila Sebagai Dasar Pembangunan Indonesia Emas

Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi