Liburanku saat Kemerdekaan NKRI

     Halo gaes! Namaku Amira, mahasiswi FK UNUSA prodi S1 Pendidikan Dokter yang tahun ini akan menginjak semester 3. Pada artikel kali ini aku ingin menulis tentang liburanku yang kebetulan bertepatan dengan hari kemerdekaan NKRI. Liburanku lumayan seru kawan. Yuk baca artikel ini lebih lengkap untuk mengetahui libur semesterku ini.


     Yang pertama yaitu mengerjakan PKM. Yup, PKM alias Pekan Kreativitas Mahasiswa. Kebetulan kelompokku lolos pendanaan ya kawan. Nah, semula itu kami nggak menyangka kalau akan lolos pendanaan.


     Dengan judul yang mungkin kurang menarik kami mengira tidak akan lolos pendanaan oleh LLDIKTI. Mengingat peserta PKM tidak hanya dari UNUSA saja melainkan dari berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta.



     Judul PKM kami yaitu KOCHIS TEA. Anggota kelompok kami ada 5 orang dan aku satu satunya yang dari angkatan 23. Jadi, aku mengerjakan PKM bersama kakak-kakak tingkat😊.


     Nah, kenapa aku menyebutkan PKM dalam liburanku? Karena PKM tidak dikerjakan saat masa perkuliahan saja. Namun, saat libur semester juga masih tetap mengerjakan PKM. Bahkan, saat aku sudah di rumah pun masih saja dihubungi untuk PKP2 dan sebagainya yang mengharuskan datang ke UNUSA. Alhasil mau tidak mau ya harus ke Surabaya lagi. 



     Rumahku di Tulungagung dan ini adalah keretanya, kawan. Namanya Commuter Line Dhoho atau terkadang nama keretanya berubah menjadi CL Dhoho CL Penataran. Aku biasa naik kereta ini dari Tulungagung ke Surabaya begitupun sebaliknya. Foto ini aku ambil di stasiun Kertosono saat kereta berhenti kurang lebih 30 menit untuk memindah lokomotif.

     Selesai acara aku langsung pulang lagi ke Tulungagung. Berhubung acaranya hanya sehari dan libur semester juga masih panjang. Ngapain di kos kalau masih libur semester. Mending pulang aja nggak sih🤭.


     Nah, ini saat aku menunggu kereta datang di  stasiun Wonokromo. Jadwal di tiketku terteran 04.41 WIB. Wah, pagi sekali ya😁. Habis subuh harus sudah di stasiun aja nih🤣.

     Lanjut yang kedua ya gaes. Nanti kalau panjang-panjang kalian capek bacanya dan ngantuk deh😄.

     Yang pastinya nggak afdol dong kalau liburan nggak nonton Timnas Indonesia😃. Kebetulan aku suka sekali sama sepak bola Timnas Indonesia ini gaes, apalagi di era Shin Tae Yong (신태용). Ayo.... siapa yang suka Timas juga😆. Siapa atlet favorit teman-teman di Timnas? Nonton Timnas boleh-boleh aja asalkan jangan fomo ya hehehe.

     Sedikit cerita seputar Timnas. Alhamdulillah pada Piala AFF 2024 U-17 mendapatkan juara 3. Keren nggak tuh, diusia yang masih sangat muda mereka bisa membawa pulang medali perunggu gaes😁. Dan tidak lama kemudian disusul Piala AFF 2024 U-20, yang tidak kalah hebatnya. Mereka berhasil mendapatkan juara 1 loh dan piala AFF nya berhasil dibawa Timnas Indonesia🏆🥇🇮🇩. BRAVO!!

     Aku juga ada cerita tentang Piala AFF 2024 U-20. Jadi begini ya kawanku🙏🏻, Piala AFF 2024 U-20 kan dilaksanakan di GBT Surabaya yang berarti dekat dengan kampus kita. Nah sebenarnya sejak lama aku ingin nonton Timnas secara langsung apabila mainnya di GBT tapi tidak tau mau mengajak siapa😅 masa iya kesana sendiri.

     Curhat sedikit nih, FYI aku kan punya teman yang kebetulan kuliah di UNESA Lidah Wetan. Dia teman sejak kami masih TK sampai sekarang. Nah kalian tau kan tahun lalu tepatnya bulan September 2023, Rektor UNESA mengajak Warga UNESA nonton bareng Timnas di GBT. Dari situ aku juga ingun nonton loh gaes apalagi gratis dari kampusnya, wah mau banget😂. Stop sampai di situ ya, lah tiba-tiba 31 Juli kemarin dia post Story Instagram lagi nonton Timnas di GBT😭. Dia nggak bilang-bilang dong😴. Jadi kan aku nggak tau kalau dia mau kesana. Mana itu pas Final melawan Thailand😱. Tah gitu kan aku ikut😁 ya kan... mana waktu aku tanya harga tiket yang tribun paling atas itu cuma Rp50.000 doang. Jadi yang salah siapa kayaknya sama sama salahnya deh. Pertama dia nggak ngajak aku. Kedua aku nggak nanya dia nonton final nggak. Alhasil dia di GBT, aku di depan TV😆. Pengalaman nih lain kali aku nanya dulu ke dia ya😁.


     Ini dia pialanya kawan. Dan ini adalah pemain favoritku di U-20. Namanya Welberlieskott de Halim Jardim. Pemain kelahiran Banjarmasin keturunan Brazil. Uniknya dia bisa bicara bahasa Indonesia dan bahasa Portugis namun tidak bisa berbicara bahasa Inggris. Menurut kalian ganteng nggak?😇

     Oke.... ini dia yang ketiga yang paling ditunggu-tunggu seantero dunia. Olimpiade Paris. Yup pertandingan bergengsi tingkat dunia itu loh gaes.

     Oke, lupakan tentang pembukaan Olimpiade Paris itu mari kita membahas prestasinya atlet dari Indonesia. Meskipun Indonesia tidak unggul tapi negara kita mampu menorehkan 3 medali loh. Ada 2 medali emas dan 1 medali perak. Diantara 3 medali ini aku hanya menyaksikan Veddriq Leonardo cabor Sport Climbing saja dan itupun dari layar kaca🤭. Jantungku tidak aman ya saat itu melihat beliau melawan negara lain. Aku sambil berdoa semoga bisa menang. Dan Alhamdulillah masuk perempat final kemudian semifinal dan lolos final. Sampai di final aku berharap dia mampu mendapat juara 1 dan medali emas. Alhamdulillah Allah mengabulkan doa rakyat Indonesia agar Veddriq juara 1😉.

     Kembali ke dunia sepak bola, Timnas Indonesia tidak lolos Olimpiade Paris saat itu kawan. Tapi meski begitu mereka sudah cukup melampaui target dengan lolos 8 besar di Piala AFC U-23. Dan serunya waktu itu Timnas Indonesia melawan Timnas Korea Selatan, yang membuat seru karena pelatih dan translator Timnas Indonesia berasal dari Korea Selatan juga😄.

     Next keempat, 17 Agustus 2024🥳. Ini hari spesial bagi NKRI apalagi tahun ini upacara dilaksanakan di 2 lokasi yaitu Istana Merdeka dan Ibu Kota Nusantara. Pagi hari belum ada pukul 7 aku sudah semangat menyalakan TV gaes untuk menyaksikan persiapan upacara hari kemerdekaan😃.

     Di TV upacara hari kemerdekaan juga disiarkan dari 2 lokasi tersebut gaes. Selain itu juga banyak hiburan menarik seperti penampilan HIVI, Maliq & D'essentials, Novia Bahmid, dll. Juga ada tamu VIP gaes seperti 3 atlet peraih medali olimpiade itu. 

     Disamping itu paskibraka dari perwakilan adik-adik SMA/SMK sederajat tidak kalah bagusnya lo. Mereka terlihat gagah cantik dan ganteng. Presiden dan Wakil Presiden beserta istrinya juga terlihat keren menggunakan pakaian adat. Ditambah dengan pemberian hadiah untuk tamu dengan pakaian paling keren dan menarik. Oh iya, dibalik itu semua juga ada seorang bapak-bapak asli Pare Kediri berangkat ke Ibu Kota Negara menggunakan sepeda. Semangatnya luar biasa meskipun usianya sudah tidak muda lagi. Keren kan......

     Terakhir nih. Wah udah terakhir aja😯. Gpp, lain kali aku akan menulis lagi dengan cerita lebih menarik daripada yang ini. Jadi, simak aja keseruan ceritaku.

     Yang kelima, aku pergi ke rumah saudara ibuku di Bondowoso. Kami bertiga aku, ibu, ayah. Kami pergi naik kereta dari Tulungagung ke Jember. Kenapa turunnya di stasiun Jember? Ya karena stasiun Bondowoso sudah dinon aktifkan sejak lama.

     Perjalanan kami menggunakan 2 kereta gaes. Dari stasiun Tulungagung kami naik kereta Commuter Line Dhoho dan turun di stasiun Kertosono untuk transit. Kami transit selama kurang lebih 2 jam. Setelah itu kami naik kereta Sri Tanjung dari stasiun Kertosono sampai stasiun Jember. Waw, melelahkan gaes perjalanan kami. Meskipun begitu tetap seru. Kami berangkat dari stasiun Tulungagung pukul 08.17 WIB dan tiba di stasiun Jember pukul 17.40 WIB. Kami di Bondowoso selama 2 hari saja jadi berangkat Jum'at pulang Minggu.



     Ini adalah foto saat aku transit di stasiun Kertosono. Hayo siapa yang pernah ke stasiun Kertosono juga?🤭 Aku sih sering ya🤣.



     Sementara ini adalah stasiun Probolinggo. Ini adalah ketidaksengajaan waktu perjalanan pulang. Kereta yang kami naiki tiba-tiba berhenti selama 15 menit dengan pemberitahuan mendadak saat di stasiun. Daripada bosan di kereta akhirnya aku dan penumpang lain turun dari kereta.

     Ada cerita kawan saat aku berada di stasiun Probolinggo itu. Sini merapat yuk😁. Jadi aku itu memiliki sahabat yang rumahnya tidak jauh dari stasiun. Namanya Nabila dan Litha. Nah, mendengar pemberitahuan kereta berhenti 15 menit, aku langsung menghubungi mereka dengan maksud menyusul di stasiun😂. Tapi takdir berkata lain, mereka tidak mengangkat telepon dariku dan baru membaca pesanku juga saat kereta sudah kembali berangkat. Padahal jika mereka datang ke stasiun saat itu juga, itu akan menjadi pertemuan kami yang kedua kalinya😁. Ya sudahlah mungkin Allah belum mengizinkanku. Lain kali saja aku berkunjung lagi ke Probolinggo dan main ke Alun-Alun lagi seperti dulu.


     Taraaaa..... halo Nabila, halo Litha. Apa kabar? Lama tidak berjumpa ya kita👋🏻. Ini dia foto kedua sahabatku dari Kota Probolinggo Kecamatan Mayangan😉. Foto ini adalah foto kenangan karena ini adalah foto pertama kali kita bertemu secara langsung. Dan sampai saat ini kami masih berjumpa 1 kali saja🥺. Semoga lain kali takdir mempertemukan kita kembali ya. FYI foto ini sudah tahun 2022. Sudah lama sekali kan tidak bertemu.


     Huwaaaaa berakhir sudah ceritaku kali ini. Tenang, lain kali aku akan bercerita lebih banyak dan pastinya lebih menarik lagi kok hehe. Sehat-sehat ya buat kalian kawanku juga buat Nabila dan Litha sahabatku agar bisa bertemu lagi next time. See you gaes😘.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sosialisasi Learning Management System dan Sistem Informasi

Pancasila Sebagai Dasar Pembangunan Indonesia Emas

Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi